SMP & SMA
Tafsir & Ilmu Al-Quran
Pesantren
Nasional & Al-Azhar
Berdirinya Sekolah Tafsir adalah jawaban dari menjamurnya tren sekolah tahfiz pada beberapa dekade terakhir, yang belakangan mendapatkan banyak kritik. Banyak sekolah melakukan rebranding “tahfiz” dengan tujuan menaikkan biaya pendidikan, karena dalam banyak kasus, memasukkan program tahfiz terbukti secara ekonomi dapat meningkatkan popularitas sekolah.
Akibatnya, menghafal sering kali menjadi tujuan utama (primer), sementara pemahaman (tafaqquh/tadabbur) menjadi tujuan sekunder. Hal ini diperparah dengan munculnya ustaz-ustaz muda yang hafal al-quran, tetapi sering salah dalam memaknai dalil al-quran.
Kurikulum Sekolah Tafsir mengikuti manhaj Al-Azhar Mesir yang dikombinasikan dengan kurikulum nasional. Fokus utamanya adalah pembekalan pondasi dasar dalam memahami al-quran dan sunnah. Sekolah Tafsir juga memberikan fasilitas bimbingan untuk siswa/siswi yang ingin melanjutkan pendidikannya di Perguruan Tinggi di Timur Tengah.
Pada tahun 1990an, sepasang suami istri bernama Ali Miftah dan Ulfiah membangun sebuah tempat belajar al-Quran untuk anak-anak. Kebetulan keduanya adalah lulusan pondok tahfiz Yanbu’ul Qur’an Kudus, salah satu pondok tahfiz ternama di Karesidenan Pati. Bermula dari rumah sederhana, tempat ngaji yang kemudian dinamai TPQ Yassirlana itu mulai mendapatkan perhatian dari warga desa. Mereka antusias untuk menyekolahkan anak-anak mereka di sekolah al-Quran itu. Berawal dari belasan, puluhan, santri-santri TPQ berkembang pesat menjadi ratusan. Bahkan, setiap tahun TPQ Yassirlana selalu mendapatkan peringkat pertama dalam ujian tahunan TPQ sekabupaten Jepara. Capaian ini membuat warga tidak segan untuk bergotong-royong membuatkan bangunan permanen yang nyaman untuk santri-santri TPQ.
Keberhasilan Bapak Ali Miftah dan Ibu Ulfiyah membuat sistem pendidikan TPQ yang berkualitas, memantik beberapa orang di luar daerah untuk belajar bagaimana membuat TPQ yang ideal. Mereka datang untuk belajar metode pengajaran yang efektif dan mendirikan TPQ dengan nama yang sama. Berdirilah belasan TPQ dengan nama Yassirlana di sekitar Jepara.
Pada tahun 2015, Bapak Ali Miftah mendirikan Pondok Pesantren Tahfiz Putri Yassirlana. KH. Taufiqul Hakim, pengasuh Pondok Amtsilati termasuk yang punya andil besar dalam pendirian pesantren ini. Saat ini jumlah santri sudah mencapai 50an dan sudah mewisuda sekitar 20an santri dari berbagai daerah.
Pada tahun 2026, putra Bapak Ali Miftah, Ustaz Fazal Himam ingin melanjutkan perjuangan bapaknya dengan mendirikan Sekolah Tafsir. Rencananya, sekolah ini akan menjadi sekolah formal tingkat menengah (SMP-SMA) yang fokus pada pengajaran tafsir al-quran. Berdirinya Sekolah Tafsir berangkat dari keresahan masyarakat atas menjamurnya sekolah dan pesantren tahfiz tetapi tidak diimbangi dengan pendalaman isi al-quran. Pesantren tahfiz hanya fokus pada hafalan alquran, sedangkan pesantren salaf, meskipun punya kajian kitab-kitab salaf mendalam, fokusnya kepada nahwu dan fikih. Orang-orang yang ingin mendalami tafsir dan ulumul quran kebingungan kemana mereka harus mencari tempat berlabuh.
Di tingkat perguruan tinggi, banyak memang jurusan yang menawarkan program ilmu al-qur’an dan tafsir. Tetapi, jarang diketahui, ternyata perguruan tinggi negeri itu kiblat keilmuannya ke Barat. Para santri-santri tahfiz yang ingin lebih mengenal alquran, di perguruan tinggi justru diajarkan untuk mengkritik alquran. Mereka lebih akrab dengan fazlur Rahman, amina wadud, max weber, Gadamer, daripada Ibnu asyur, Abdullah dirraz atau Husein Adz-Dzahabi.
Dari problem inilah kami merasa perlu untuk mengenalkan dasar-dasar tafsir dan ulumul quran agar ketika santri-santri ini melangkah ke perguruan tinggi, mereka mudah mengenali mana tafsir yang bisa dibenarkan dan mana yang menyimpang. Ilmu-ilmu ini meliputi, ushul tafsir, tafsir tahlili, ulumul quran, ilmu qiraat, ilmu addil ayat (ilmu penghitungan ayat), ilmu rasm, tarih mushaf, dan sebagainya.
Harapan kami, semoga program ini diridoi Allah dan menjadikan banyak orang semakin tertarik mendalami ilmu-ilmu alquran dan tafsir.
Menjadi lembaga yang mendidik anak-anaknya agar menguasai makna quran dan sunnah, dan dapat mengkontekstualisasikan nilai-nilainya pada masa sekarang