Ilmu rasm adalah cabang ilmu Al-Qur’an yang membahas tata cara penulisan lafaz-lafaz Al-Qur’an sebagaimana ditetapkan dalam Mushaf ‘Utsmānī. Ilmu ini menjelaskan kaidah penulisan huruf, penghilangan atau penambahan huruf tertentu, serta bentuk ejaan khusus dalam mushaf, yang terkadang berbeda dari kaidah penulisan bahasa Arab standar (imlā’ī).
Tujuan utama ilmu rasm adalah menjaga keaslian dan keutuhan penulisan Al-Qur’an sebagaimana diwariskan sejak masa Khalifah ‘Utsmān bin ‘Affān رضي الله عنه, sehingga mushaf yang beredar di seluruh dunia tetap seragam dan terjaga dari perubahan.
Ilmu rasm berkaitan erat dengan rasm Mushaf ‘Utsmānī, yaitu sistem penulisan Al-Qur’an yang disepakati para sahabat ketika dilakukan kodifikasi mushaf pada masa Khalifah ‘Utsmān. Sistem ini tidak selalu mengikuti kaidah ejaan Arab modern, tetapi memiliki aturan tersendiri yang bersifat tauqīfī (berdasarkan ketetapan sahabat dengan persetujuan kolektif).
Karena itulah, dalam mushaf Al-Qur’an sering ditemukan penulisan yang tampak “tidak biasa” jika dibandingkan dengan tulisan Arab sehari-hari.
Contoh:
Kata (إبراهيم) dalam Al-Qur’an ditulis dengan dua bentuk rasm (penulisan):
Bentuk pertama: (إبراهم) tanpa huruf yā’
Bentuk penulisan ini terdapat khusus di Surah Al-Baqarah, dan hanya terdapat dalam mushaf Irak dan Syam. Adapun dalam mushaf-mushaf lainnya, kata tersebut ditulis dengan huruf yā’. Inilah yang menjadi dasar penulisan mushaf kaum Maghrib (Afrika Utara) yang menggunakan bentuk dengan yā’.
Bentuk kedua: (إبراهيم) dengan penetapan huruf yā’
Bentuk ini terdapat pada seluruh surah Al-Qur’an selain Surah Al-Baqarah.
Ilmu rasm punya hubungan erat dengan ilmu qiraat. Ibnu ‘Āmir, melalui riwayat Khalaf dari Ibnu Dzakwān, membaca lafaz tersebut dengan alif:
(إِبْرَاهَامَ)
Maka dari itu, ulama sepakat bahwa penulisan mushaf al-Quran harus sesuai dengan kaidah ilmu rasm.